Kami (Rosatom) tahu cara membangunnya dalam iklim dan sistem regulasi yang berbeda
Moskow (KABARIN) - Direktur Utama (CEO) perusahaan nuklir negara Rusia Rosatom, Alexey Likhachev, melakukan pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta pada Selasa (12/5), membahas peluang kerja sama pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai.
"Pada Selasa (12/5), Direktur Jenderal Perusahaan Negara Rosatom Alexey Likhachev, dalam rangka kunjungan kerja ke Republik Indonesia, melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Para pihak membahas potensi kerja sama Rusia-Indonesia dalam pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), infrastruktur nuklir, pelatihan personel, serta aplikasi non-energi teknologi nuklir," kata Rosatom dalam pernyataannya.
Perusahaan nuklir itu pun menyatakan kesiapan menawarkan kepada Indonesia tentang pendekatan komprehensif pengembangan program nuklir nasional, mulai dari pengembangan PLTN berskala besar hingga proyek yang melibatkan reaktor moduler kecil dan instalasi pembangkit listrik apung.
"Kami siap menawarkan kepada Indonesia lokalisasi maksimum proses teknologi pada tahap konstruksi PLTN hingga tahap pemeliharaannya," kata Likachev usai bertemu Presiden Prabowo.
Terkait prospek kerja sama bilateral, Likachev menjelaskan PLTN apung merupakan solusi paling tepat bagi Indonesia untuk tahap awal program pengembangan nuklir.
PLTN apung, lanjutnya, dapat dibangun dengan mempertimbangkan garis pantai yang panjang dan pulau-pulau di daerah kepulauan Indonesia.
Likachev menambahkan Indonesia telah memiliki reaktor penelitian nuklir dan keahlian kedokteran nuklir, dengan tak sedikit profesional muda di bidang nuklir yang belajar di Rusia.
Indonesia juga berencana mengembangkan kapasitas daya nuklir mencapai 500 megawatt pada awal 2030, kemudian 7-8 gigawatt pada 2040-an, serta 35-37 gigawatt pada 2060-an, kata dia.
"Hal itu berarti kita tak bisa melakukannya tanpa bantuan pembangkit besar berdaya 1.000 megawatt dan 1.200 megawatt. Kami (Rosatom) tahu cara membangunnya dalam iklim dan sistem regulasi yang berbeda," ucap Likachev.
Rosatom menjadi perusahaan nuklir terunggul di dunia dengan jumlah proyek konstruksi nuklir serentak terbesar yang berjalan di Rusia dan di luar negeri.
Perusahaan tersebut menjalankan tiga proyek di Rusia serta 39 proyek di luar negeri, seperti PLTN Rooppur di Bangladesh, PLTN El Dabaa di Mesir, PLTN Paks II di Hungaria, PLTN Kudankulam di India, PLTN Akkuyu di Turki, dan dua proyek di China.
PLTN apung merupakan pembangkit energi bergerak yang ditempatkan di sebuah kapal atau platform apung untuk membantu pengadaan energi listrik di kawasan terpencil dan sulit dijangkau.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026